header

1.

Sylvia Husna Rahmani.

2.

KHOIRUL IHWAN NUR FADLI.

3.

Kristiarso.

4.

ADI PRAYOGI.

5.

LIANA ZAKIYATUL INSANI.

6.

FADILA ELMA RAMADHANI.

7.

VITRI ISNAENI.

8.

NIDA AN KHOFIYYA.

9.

KHAFIDIN.

10.

MARLYANA RIZKA SAPUTRI.

1.

An introduction on Javanese Chronogram.

2.

Pengaruh psikologi selama WFH terhadap produktivitas kerja pustakawan di lingkungan PDDI-LIPI.

3.

Jejak-jejak pengabdian : langkah kami di masa pandemi.

4.

Setitik abdi di tengah pandemi : sejuta harapan untuk perubahan.

5.

Desain kurikulum : pembelajaran qur'an hadits mix model KTSP-kurikulum 2013 untuk tingkat MI dan MTs di Banyumas.

6.

Evaluasi kinerja fitur perpanjangan mandiri aplikasi senayan library management system ( SLiMS) di UPT Perpustakaan Andalas.

7.

Mahasiswa bisa apa? : partisipasi mahasiswa dalam pembangunan masyarakat desa.

8.

Sistem politik Indonesia.

9.

Konsep dan pengembangan pembelajaran IPS.

10.

Pendidikan karakter : teori & praktik.

E-RESOURCES

2019-11-03

PENGELOLA PERPUSTAKAAN IAIN KUDUS BENCHMARKING KE PERPUSTAKAAN IAIN PURWOKERTO

Sabtu, 2 Oktober 2019, Pukul 09.00 WIB, Tim dari Pengelola Perpustakaan IAIN Kudus mengunjungi Perpustakaan IAIN Purwokerto untuk melakukan benchmarking pengelolaan perpustakaan PTKIN. Tim yang terdiri dari 17 Orang tersebut dikoordinatori langsung oleh Kepala UPT Perpustakaan IAIN Kudus Ibu Anis. Dengan segenap staf dari berbagai unsur, baik dari bagian administrasi, bagian layanan, bagian teknologi Informasi maupun dari bagian pengembangan sarana dan prasarana perpustakaan, turut hadir untuk mendiskusikan dan membandingkan seputar masalah pengelolaan perpustakaan.

Aris N selaku kepala UPT Perpustakaan, didampingi oleh beberapa staf dan pustakawan IAIN Purwokerto menyambut dengan senang hati dan mengapresiasikan bentuk kegiatan benchmarking dari UPT Perpustakaan Kudus. Kegiatan semacam ini tidak hanya dapat diambil manfaat dari satu pihak saja, melainkan juga bermanfaat untuk bersama. Sebab hakikat dari benchmarking itu sendiri adalah adanya saling memberi masukan, bertukar informasi dan serta pengalaman best practice di kedua pengelolaan perpustakaan. Pengelola Perpustakaan IAIN Kudus dapat mengambil informasi yang bermanfaat dan pengalaman dari perpustakaan IAIN Purwokerto dan sebaliknya.

Hal senada disampaikan juga oleh Anis dalam sela-sela perkenalan rombongannya kepada tuan rumah. Menurut Anis, benchmarking ini sengaja mengambil tempat UPT Perpustakaan IAIN purwokerto karena dianggap Perpustakaan IAIN Purwokerto telah terakreditasi A. Kesamaan dibawah kementerian agama dengan status masih institut ini juga dianggap sebagai faktor penyebab, karena tentunya ada kesamaan dalam lingkup administrasi dan kelembagaan. Pengalaman akreditasi menjadi point tersendiri bagi Anis dalam tujuan kegiatan tersebut.

Hasil dari bechmarking ini adalah adanya tukar informasi dan pengalaman tentang masalah pengelolaan koleksi termasuk prosiding di perpustakaan, langkah dan upaya pendirian corner/pojok serta strategi penyiapan berkas borang akreditasi. Diakhir kegiatan terwujud kesepakatan kedua belah pihak untuk menjalin kerjasama antar perpustakaan dengan penandatanganan nota kesepakatan kerjasama. Hal menarik dalam kesepakatan kerjasama ini adalah diangkat dan disepakatinya pelaksanaan kerjasama dalam silang layan kepada pemustaka antara perpustakaan IAIN Kudus dan perpustakaan IAIN Purwokerto. (AR)


Back-kembali