header

1.

Sylvia Husna Rahmani.

2.

KHOIRUL IHWAN NUR FADLI.

3.

Kristiarso.

4.

ADI PRAYOGI.

5.

LIANA ZAKIYATUL INSANI.

6.

Uswatul Khasanah.

7.

Amaria Rizqa Fathia.

8.

SYIFA DWI SAFITRI.

9.

DEWI SUNDARI.

10.

FADILA ELMA RAMADHANI.

1.

An introduction on Javanese Chronogram.

2.

Pengaruh psikologi selama WFH terhadap produktivitas kerja pustakawan di lingkungan PDDI-LIPI.

3.

Jejak-jejak pengabdian : langkah kami di masa pandemi.

4.

Setitik abdi di tengah pandemi : sejuta harapan untuk perubahan.

5.

Desain kurikulum : pembelajaran qur'an hadits mix model KTSP-kurikulum 2013 untuk tingkat MI dan MTs di Banyumas.

6.

Evaluasi kinerja fitur perpanjangan mandiri aplikasi senayan library management system ( SLiMS) di UPT Perpustakaan Andalas.

7.

Mahasiswa bisa apa? : partisipasi mahasiswa dalam pembangunan masyarakat desa.

8.

Sistem politik Indonesia.

9.

Konsep dan pengembangan pembelajaran IPS.

10.

Pendidikan karakter : teori & praktik.

E-RESOURCES

2018-05-05

LITERASI HADITS BERSAMA PUSTAKAWAN

IAIN Purwokerto (UPT Perpustakaan) >>>> Beberapa hari yang lalu, seorang dosen ilmu hadits IAIN Purwokerto, Ibu Waliko, melibatkan seorang pustakawan yaitu Aris Nurohman untuk turut memberikan bimbingan tentang bagaimana meliterasikan hadits kepada mahasiswa-mahasiswa semester II. Di semester ini ada tiga mahasiswa prodi yang sudah diberikan bimbingan literasi hadits di perpustakaan yaitu mahasiswa Prodi. BKI, PAI-B dan SAA.

Bertempat di ruang diskusi lantai 4 UPT Perpustakaan, para mahasiswa diberikan bimbingan tentang resources hadits yang dimiliki perpustakaan baik tercetak maupun digital. Mahasiswa juga dikenalkan dan sekaligus dibimbing bagaimana cara menggunakannya.

Ada beberapa teknik penggunaan resources hadits yang memiliki karakteristik khusus dibanding dengan penggunaan sumber rujukan lainnya. Diantaranya ada teknik khusus bagaimana penggunaan kitab sumber rujukan yaitu mu'jam mufahros li alfaadhil hadits dan jamiu shoqir, bagaimana menggunakan sembilan kitab sunan dan musnad, kitab tadhibul kamal fi asma ar-rijal serta pemanfaatan teknologi hadits explorer dan ensiklopedi hadits offline yang dimiliki perpustakaan IAIN Purwokerto dalam system bookless library. Oleh karena itu, pustakawan yang bertugas memberikan bimbingan jasa layanan ini harus memiliki kemampuan bahasa arab dan juga pernah belajar tentang literasi hadits sebelumnya. 

Mengingat materi yang cukup banyak dan mahasiswa dituntut paham secara teori dan praktek, maka kegiatan ini dilaksanakan lebih dari 1 kali pertemuan. Tiap prodi bahkan meminta tambahan pertemuan sampai 3 kali karena tiap materi dianggap perlu pendalaman dan praktik secara langsung.

Setidaknya ada tiga tahapan materi dalam bimbingan tersebut, yaitu:

  1. Materi pertama: adalah teori tentang pengenalan kitab-kitab hadits, penggunaan dan cara membuat bagan informasi hadits (Takhirjul hadits)
  2. Materi kedua : adalah tentang praktik menelusur menggunakan semua kelengkapan kitab yang sudah dijelaskan.
  3. Materi ketiga adalah penilaian dan pemanfaatan resources digital seperti ensiklopedi hadits dalam bookless library dan program hadits explorer.

Kegiatan semacam ini hampir rutin tiap semester dilaksanakan. Hal ini karena perpustakaan dan dosen-dosen IAIN Purwokerto, salah satunya adalah dosen ilmu hadits (Ibu Waliko) menganggap bahwa koleksi bidang hadits di perpustakaan IAIN Purwoekrto sudah cukup lengkap. Di sisi lain pustakwan didalamnya dianggap memiliki kompetensi dibidangnya, yaitu takhirul hadits. Oleh karena itu pembelajaran system kolaborasi dosen-pustakwan semacam ini memberikan dampak positif yang cukup signifikan. Sebab pembelajaran tidak mesti harus di ruang kelas. Pembelajaran dengan memanfaatkan perpustakaan merupakan wujud nyata fungsi perpustakaan sebagai ruang pendidikan,

Pemanfaatan baik koleksi maupun sumber daya yang ada didalamnya adalah niscaya dan sebuah tuntutan. Dengan demikian ada kehidupan akademik di perpustakaan  yang diakui dan dirasakan langsung baik  oleh pengajar maupun mahasiswanya. Kegiatan ini jelas bentuk dari berhasilnya branding perpustakaan dan promosi layanan kepada masyatakat akademik.


Back-kembali